Nelayan Bengkulu Selatan Tewas Digulung Gelombang Tinggi


...

Ilustrasi gelombang tinggi [google]

[BENGKULU] Nasrun (40), seorang nelayan Pasar Bawah, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan, Bengkulu, tewas tenggelam karena perahu yang ditumpanginya bersama dua orang rekanya terbalik digulung gelombang besar.

Peristiwa ini terjadi ketika Nasrun dan kawanya mencari ikan di perairan wilayah Bengkulu Selatan, pada Sabtu (28/7) lalu.

Kamsahri (42), seorang nelayan Pasar Bawah, Kota Manna, Bengkulu Selatan, di Bengkulu, Senin (30/7) mengatakan, korban bersama 2 orang rekannya nekat berangkat ke laut mencari ikan meski sudah ingatkan nelayan lain agar tidak melaut karena gelombang tinggi diatas 6 meter.

Namun, peringatan yang disampaikan nelayan lain tidak digubris korban dan tetap nekad berangkat ke luat mencari ikan. Sekitar 30 menit setelah korban dan 2 orang rekannya berangat ke laut, kapal yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam digulung gelombang besar. Ketiga penumpang kapal hilang digulung gelombang besar tersebut.

Mengetahui kapal Nasrun dan rekanya tenggelam disapu gelombang besar, nelayan dan masyarakat sekitar Pasar Bawah, Kecamatan Kota Manna, berangkat ke laut melakukan pencarian korban.

Tidak berapa lama ketiga korban berhasil ditemukan nelayan dan masyarakat. Namun, nyawa Nasrul tidak bisa ditertolong lagi. Sedangkan dua rekannya berhasil di selamatkan.

Selanjutnya, janazah Nasrun langsung dibawa warga ke rumah duka di Pasar Bawah, Kota Manna, Bengkulu Selatan, untuk dimakamkan. Sedangkan dua rekan Nasrun yang selamat diberikan perawatan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Sudiyanto mengatakan, sebelumnya BMKG mengingatkan nelayan di Bengkulu, tidak melaut karena gelombang tinggi di atas 6 meter, sehingga membahaya keselamatan nelayan.

Namun, masih ada nelayan di Bengkulu, yang tidak mengindahkan peringatan BMKG setempat. Akibatnya, seorang nelayan Pasar Bawah, Kota Manna, Bengkulu, tewas karena perahu yang dipakainya mencari ikan digulung gelombang tinggi.

Sudiyanto berharap kasus yang menimpa nelayan Bengkulu Selatan, agar menjadi pelajaran bagi nelayan lain di daerah ini."Jika ada peringatan dari BMKG gelombang besar disertai badai meladan wilayah perairan Bengkulu, dan nelayan dilarang melaut sebaiknya hal tersebut dipatuhi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sudiyanto menambahkan, saat ini masih belum aman bagi nelayan untuk melaut, karena gelombang masih tinggi disertai badai. "Sebaiknya nelayan Bengkulu, saat ini tidak berangkat kelaut karena gelombang masih besar," ujarnya.[143]



Sumber : suarapembaruan