...

Anderson Tanoto, Assistant Manager Asia Pacific Resources International Limited (APRIL)

Bagi Anderson Tanoto, dapat mengemudikan pesawat merupakan suatu obsesi yang ingin direalisasikannya. Dia menyebutnya sebagai ultimate expression of freedom (ekspresi dari kebebasan yang sesungguhnya) jika obsesi tersebut bisa dicapai.

Menurut Anderson, selama beberapa tahun terakhir, dunia penerbangan mampu mencuri perhatiannya. Dia pun akan merasa puas jika dapat mengemudikan pesawat terbang atau helikopter.

Alasannya, kegiatan mengemudikan kendaraan mobil atau sepeda motor di darat pada umumnya dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja. Namun, duduk di belakang kemudi pesawat atau helikopter, hanya dapat dilakukan orang-orang tertentu dan harus sangat terlatih.

"Saya pikir, kalau bisa belajar terbang, itu ultimate freedom. Kalau di Amerika, kita bisa nyetir di East Cost atau di mana saja. Tapi kalau bisa terbang, itu ultimate expression of freedom," tutur Anderson saat berbincang dengan wartawan dalam kunjungan ke pabrik kertas Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Riau, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, keinginan pribadi tersebut tidak mendapat dukungan dari orangtuanya karena risiko yang cukup besar. Meski demikian, putra keempat Sukanto Tanoto itu masih memendam cita-cita agar suatu hari nanti dapat mengikuti pendidikan penerbangan.

Dia mengakui, keinginannya untuk mengemudikan pesawat hanya untuk kepuasan pribadi. Hal itu juga tidak lepas dari minatnya terhadap teknik rekayasa (engineering).

Sebelumnya, Anderson menyukai mengemudikan gokart dan hingga saat ini masih menjadi hobinya. Saat belajar di Wharton University Pensylvania, selain belajar bisnis, dia juga sempat belajar mechanical engineering. "It is my passion," ujar pria berusia 24 tahun ini.

Bergabung RAPP
Sementara itu, ketika bergabung ke pabrik RAPP, Anderson mengaku sangat antusias karena banyak mesin yang cukup menarik. "Saya lihat traktor. Orang-orang mungkin lihat traktor tidak menarik, tapi bagi saya itu menarik sekali. Ada yang diproduksi Caterpillar dan lainnya,” katanya.

Meskipun sibuk dengan pekerjaannya, dia mengaku selalu menyempatkan diri untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Sebab, bekerja terus-menerus akan memberikan efek yang tidak baik, yang pada ujungnya dapat berdampak terhadap jeleknya produktivitas kerja. Karena itu, seseorang perlu sejenak menarik diri dari rutinitas.

Anderson menuturkan sudah tujuh bulan bergabung dengan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), setelah dua tahun sebelumnya bergabung dengan perusahaan konsultan Singapura, Bain and Co. Meski sebagai putra pemilik perusahaan, bukan berarti Anderson langsung menduduki posisi tampuk pimpinan. Kenyataannya, Anderson harus banyak belajar, terutama dari bagian operasional, sehingga saat ini menjabat pada posisi assistant manager APRIL.

Selama ini, dia mengira ilmu yang diperolehnya sudah cukup. Tetapi saat terjun ke lapangan, ternyata masih sangat banyak yang harus dipelajarinya. "Kalau mau me-manage orang pintar, itu skill side yang baru. Kalau mau me-manage orang muda itu juga ada (ilmu) yang lain. Kalau me-manage orang kayak labor worker itu lain. Itu cukup kompleks, sampai 40-50 tahun juga masih harus belajar," papar Anderson.

Dia juga tidak menampik bahwa apa yang dilakukannya saat ini merupakan bagian dari mempersiapkannya sebagai calon penerus usaha keluarga. Apalagi, dengan masa kerja tujuh bulan itu, masih sulit dinilai kemampuannya. Hal itu pun bukan suatu kepastian yang akan menjamin dia ditempatkan menjadi pimpinan di APRIL. Karena, jika tidak sanggup, dia rela jika pengelolaan perusahaan keluarga nantinya diserahkan kepada para profesional. "Mungkin saya lagi dipersiapkan, tapi bukan hal yang pasti. Kalau saya enggak sanggup, enggak usah jadi leader," ujarnya.

Apa yang dipelajarinya saat ini juga tidak lepas dari tanggung jawab besar dalam mengelola perusahaan. Saat ini, APRIL telah menjadi perusahaan kelas dunia. Di kompleks pabrik Pelalawan misalnya, saat ini, RAPP memperkerjakan 8.000 karyawan dan 25.000 orang bekerja secara tidak langsung.

Dia berharap dapat bekerja bersama-sama dengan karyawan lainnya yang sudah lama membangun perusahaan. Anderson berharap dapat menimba ilmu dari mereka yang sudah lebih dahulu berkiprah dan berpengalaman.



Sumber : Investor Daily