l Pelaku dan Motif Belum Diketahui, Pembakaran Kendaraan Bermotor di Daerah Perlu Disikapi Serius | Suara Pembaruan

Pelaku dan Motif Belum Diketahui, Pembakaran Kendaraan Bermotor di Daerah Perlu Disikapi Serius
Minggu, 10 Februari 2019 | 11:09



[JAKARTA] Aksi pembakaran kendaraan bermotor di sejumlah daerah dinilai perlu disikapi dengan serius. Sebab, hingga sekarang pelaku serta motif pembakaran masih belum terungkap ke publik.

“Pembakaran mobil dan motor warga di beberapa daerah harus dicermati dengan serius. Kita percayakan kepada Polri untuk melacak siapa oknum perorangan atau organisasi tanpa bentuk yang bergentayangan, menganggu stabilitas masyarakat,” kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo Kumolo kepada wartawan, Minggu (10/2). “Menurut saya negara dan rakyat tidak boleh kalah dengan pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah, termasuk segala bentuk teror lain,” tegas Tjahjo.

Tjahjo menyatakan, kerja sama antara aparat pemerintah, khususnya Polri dengan masyarakat sepatutnya ditingkatkan. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) tingkat RT/RW sudah semestinya dihidupkan kembali.

Tjahjo menambahkan, terorisme sebagai musuh bersama harus dilawan. “Tidak boleh kesatuan dan kedaulatan negara Pancasila diacak-acak oleh pikiran terorisme dan tindakan teror. Perusakan dan penakutan semacam itu wajib dilawan,” imbuh Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo mengapresiasi langkah cepat Polri mengkonsolidasikan komponen-komponen masyarakat. Komponen itu antara lain seperti perangkat RT/RW, satuan polisi pamong praja (satpol PP), satuan perlindungan masyarakat (satlinmas), dan organisasi masyarakat (ormas).

Seluruh komponen itu perlu saling bekerja sama di bawah koordinasi Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) setempat. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), menurut Tjahjo Kumolo, telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Satpol PP dan Satlinmas seluruh Indonesia.

Pembekalan diisi oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Kabaintelkam Polri Komjen Lutfi Lubihanto, dan Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto. “Kita harus berani tentukan sikap siapa kawan dan siapa lawan yang merusak ketentraman masyarakat,” pungkas Tjahjo. Kumolo. [C-6]




Kirim Komentar Anda