Peradilan In Absentia Untuk Bandar Narkoba Internasional


...

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Pegawai Lapas yang "Nyambi" Jadi Kurir Narkoba.

Jakarta - Pengungkapan kasus narkoba selama ini lebih banyak menjerat kurir dan pengedar. Sementara para bandar yang sebagian besar berada di luar negeri masih leluasa berkeliaran dan menjalankan bisnis haramnya.

Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana menyelenggarakan peradilan 'in absentia' (mengadili seorang terdakwa tanpa dihadiri oleh terdakwa) bagi para bandar narkoba internasional.

Dengan demikian, para bandar narkoba ini tidak merasa nyaman melanjutkan bisnisnya.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny Mamotom, menjelaskan, meski belum berhasil menangkap para bandar, dari kesaksian para pengedar atau kurir yang ditangkap, mereka dapat diadili dengan pengadilan in absentia. Pasal yang dikenakan kepada mereka adalah pasal money laundering.

"Dikenakan pasal-pasal money laundering, karena para bandar ini menerima uangnya dan diinvestasikan dalam bisnis atau properti yang lain," kata Benny di sela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti di Halaman parkir BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (11/3).

Dikatakan Benny, setelah pengadilan menjatuhkan vonis kepada para bandar itu, mereka tidak akan nyaman lagi tinggal di satu wilayah. Pasalnya mereka akan menjadi buron internasional.

"Bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti interpol, para bandar yang menjadi buron ini jadi tidak nyaman, karena akan kami berikan data tentang kasus yang menjerat dia," jelas Benny.

Selain dengan pengadilan in absentia, Benny mengatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan polisi dari negara lain seperti Malaysia untuk memburu para bandar narkoba.

"Polisi Malaysia berhasil menangkap bandar baru-baru ini yang datanya berasal dari kami," tambahnya.

Sumber : Suara Pembaruan