l Polda Kalbar Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia-Pontianak-Singkawang | Suara Pembaruan

Polda Kalbar Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia-Pontianak-Singkawang
Kamis, 14 Maret 2019 | 8:59

Kapolda kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono memperlihatkan barang bukti  narkoba jenis shabu kepada wartawan saat jumpa pers,  Rabu (13/3). [Sahat Oloan Saragih] Kapolda kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono memperlihatkan barang bukti narkoba jenis shabu kepada wartawan saat jumpa pers, Rabu (13/3). [Sahat Oloan Saragih]

[PONTIANAK] Aparat kepolisian Reserse Narkoba Polda Kalbar berhasil membongkar jaringan narkoba Malaysia – Pontianak – Singkawang. Dalam pengungkapan kasus narkoba ini, aparat berhasil menangkap 2 tersangka, dan mengamankan barang bukti berupa 2 kg narkoba jenis shabu, sertan tiga unit handphone.

Hal itu dikatakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan seusai jumpa pers pengungkapan kasus narkoba, Rabu (14/3). Kapolda Didi Haryono mengatakan, pengungkapan jaringan narkoba Malaysia – Pontianak dan Singkawang ini dapat terungkap adalah karena adanya informasi dari masyarakat. Di mana informasi yang disampaikan masyarakat langsung ditindak lanjuti aparat dan dikembangkan di lapangan.

Aparat menerima imformasi bahwa jaringan narkoba Malaysia – Pontianak dan Singkawang akan mengadakan pengiriman narkoba dari Malaysia menuju Kalbar. Selanjutnya dari imformasi itu aparat mengumpulkan informasi dan mengetahui bahwa jaringan Malaysia ini sedang melakukan pengiriman narkoba ke Kalbar.

Setelah melakukan pengembangan terhadap informasi yang disampaikan masyarakat, aparat langsung mengadakan razia dan melakukan pengeledahan terhadap warga yang dicurigai. “Aparat menunggu kiriman itu sampai di Wilayah Kalbar, dan setelah sampai pihaknya langsung mengeledah dua orang tersangka, yaitu Suwandi serta Rahmat warga Kota Pontianak. Dari tangan tersangka berhasil diamankan 2 kg narkoba jenis shabu serta tiga unit handphone. Saat ini ara tersangka dan barang bukti yang berhasil diamankan sudah dibawa dan diamankan di Polda Kalbar,” ujar Kapolda Didi Haryono.

Kapolda Didi Haryono menyebutkan, pengungkapan kasus narkoba seperti ini sudah sangat sering dilakukan aparat keamanan bersama dengan instansi terkait lainnya. Namun pelaku dan jaringannya masih terus beraksi untuk mengedarkan narkoba kepada masyarakat.

Hal ini menunjukkan sensitiftas masyarakat terhadap peredaran gelap narkoba masih sangat kurang. Seharusnya pengungkapan kasus narkoba seperti ini menimbulkan dan meningkatkan sensifitas masyarakat terhadap masalah narkoba. Sehingga para pengedar tidak berani atau merasa malu untuk mengedarkan narkoba kepada masyarakat. Dengan demikian peredaran narkoba semakin berkurang dan cenderung mengalami penurunan.

Didi Haryono mengemukakan, dari hasil pengungkapan 2 kg narkoba jenis shabu ini, ada sekitar 30 sampai 40 ribu orang calon korban narkoba yang terselamatkan. “Oleh sebab itu peredaran narkoba ini harus terus diungkap dan dibongkar hingga ke akar-akarnya,” ujar Didi Haryono.

Didi Haryono menyebutkan, sekarang ini kita sedang membangun dan meningkatkan sumber daya manusia yang disebut dengan generasi milenial. Namun jika generasi muda sudah mengkonsumsi atau keracunan narkoba atau sudah menjadi korban peredaran narkoba, maka generasi itu sama dengan generasi “keple” yang tidak berguna bagi nusa dan bangsa.

Untuk itu pihaknya mengharapkan agar para tersangka diberikan hukuman maksimal sesuai dengan harapan. “Dengan adanya hukuman yang berat itu, maka akan ada efek jera bagi para tersangka lainnnya,” kata Kapolda Didi Haryono. [SOS]




Kirim Komentar Anda