l Polri: Teror Libatkan Perempuan, Fenomena seperti di Irak | Suara Pembaruan

Polri: Teror Libatkan Perempuan, Fenomena seperti di Irak
Farouk Arnas | Kamis, 14 Maret 2019 | 16:51

Ilustrasi teroris Sibolga. Ilustrasi teroris Sibolga.

Jakarta— Langkah Solimah, istri Husain alias Abu Hamzah (30),  yang memilih bunuh diri bersama seorang anaknya yang berusia sekitar 3 tahun menjadi catatan tersendiri bagi polisi.

Solimah memilih bunuh diri saat diminta menyerah oleh polisi yang mengepung rumahnya di Jalan Cenderawasih, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Tubuh Solimah dan anaknya tercerai berai dan terpental beberapa meter dari rumahnya.

“(Fenomena perempuan) melakukan lone wolf tak beda dengan beberapa negara lain yang sudah terpapar ISIS. Perempuan sudah melakukan lone wolf baik di Afganistan, Irak, Suriah, dan beberapa wilayah lainnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Kamis (14/3/2019).

Di Indonesia, masih kata Dedi, fenomena ini sudah mulai terbaca oleh Densus 88. Solimah bahkan memiliki militansi yang jauh lebih tinggi dan lebih kuat pemahamannya dibanding sang suami.

“Kemarin berulang kali saudara AH membujuk istrinya untuk menyerahkan diri. Namun demikian tetap gagal. AH sendiri menyampaikan kepada penyidik bahwa dirinya tidak begitu yakin untuk bisa meyakinkan istrinya untuk menyerahkan diri. Kata dia, “pemahaman ajaran istri saya jauh lebih keras dibanding saya sendiri”,” sambung Dedi.

Oleh karena itu terjadi ledakan bom bunuh diri. Menurut Dedi fenomena ini perlu dicermati bersama dan mengimbau pada masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme.




Kirim Komentar Anda