Presiden Minta Mendikbud Sosialisasikan Kurikulum Baru Dengan Baik


...

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [Google]

[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta menteri pendidikan dan kebudayaan untuk menyosialisasikan rencana penerapan kurikulum yang baru, sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan dipahami.

"Saya mengikuti, wacana atau diskursus menyangkut kurikulum baru yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Yang telah disusun dikembangkan dan disempurnakan oleh Mendikbud. Saya berharap komunikasikan dan sosialisasikan dengan baik kurikulum yang disusun itu," kata Presiden saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Senin (18/2) sore.

Ditambahkan Presiden, "jelaskan mengapa, perlu dilakukan penataan dan pengembangan kurikulum itu, ingat saudara - saudara dan ini perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat luas, kepada parlemen, kepada komunitas pers dan siapa saja." Presiden mengatakan sasaran pendidikan nasional tidak hanya kecerdasan anak-anak Indonesia, namun juga kesehatan jasmani dan juga kualitas sikapnya, termasuk toleran terhadap perbedaan dan memiliki wawasan yang luas.

"Bukan hanya manusia-manusia Indonesia yang cerdas, tetapi mereka anak-anak kita juga diharapkan manusia yang tangguh mentalnya, yang sehat jasmaninya, yang toleran dan rukun terhadap saudaranya yang berbeda agama, berbeda etnis, berbeda suku, berbeda daerah dan identitas-identitas lain," tuturnya.

Rendahnya kemampuan untuk bisa bertoleransi bisa menimbulkan kerugian termasuk terjadinya konflik-konflik antargolongan.

"Saya kira ini sangat relevan dengan kita yang majemuk. Oleh karena itu mari kita cegat hulunya. Kurikulum pendidikan kita metodologinya, evaluasinya, harus juga mencakup untuk menyiapkan bagaimana menyiapkan putra-putri kita menjadi manusia yang rukun, toleran yang mencintai perdamaian. Saya kira itu maknanya saudara-saudara. Oleh karena itu khusus mengenai kurikulum ini Mendikbud, Menko Kesra teruslah dijelaskan, dikomunikasikan agar dimengerti dan nanti mendapatkan dukungan," kata Presiden.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberlakukan Kurikulum 2013 secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014.

"Kurikulum 2013 akan diberlakukan secara bertahap pada sekolah dasar serta SMP dan SMA mulai tahun ajaran baru mendatang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh pada rapat kerja dengan Komite II DPD RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (13/2) Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komite II DPD RI Sulistyo yang dihadiri anggota DPD RI.

Mendikbud menjelaskan, pada tahun pertama untuk murid kelas satu dan kelas empat sekolah dasar serta kelas satu SMP dan SMA.

Selanjutnya, pada tahun kedua akan diberlakukan kepada kelas dua dan kelas lima sekolah dasar serta kelas dua SMP dan SMA, kemudian pada tahun ketiga akan diberilakukan kepada kelas empat dan kelas enam sekolah dasar serta kelas tiga SMP dan SMA.

Menjelang diberlakukannya kurikulum 2013, menurut dia, akan diberikan pelatihan secara bertahap kepada para guru dan pengawas untuk menyerap materi kurikulum 2013 pada April hingga Juli 2013. [Ant/L-8]  



Sumber : suarapembaruan