KPK: Ada Pihak yang Diperiksa Selain Sri Mulyani


...

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengindikasikan adanya pemeriksaan terhadap pihak lain di Amerika Serikat, selain mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

"Nanti kita cek apakah ibu Sri Mulyani saja atau ada pihak lainnya," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi ketika memberi keterangan pers di Jakarta, Senin (22/4).

Seperti diketahui, tim penyidik KPK sudah berangkat untuk memeriksa Sri Mulyani ke Amerika Serikat, pada Senin (22/4).

Ketua KPK Abraham Samad, usai rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) Century, Rabu (27/2), mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Ketika dikonfirmasi ulang, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap Sri Mulyani akan dilakukan pekan ketiga bulan April 2013.

"Sri Mulyani rencana diperiksa sebagai saksi terkait Century pertengahan atau pekan ketiga bulan April tahun ini," kata Johan Budi melalui pesan singkat, Kamis (28/2).

Tetapi, Johan belum menyebut rincian pemeriksaan. Apakah akan dilakukan di Amerika atau mendatangkan yang bersangkutan ke Indonesia.

KPK sebelumnya sudah memeriksa Sri Mulyani. Ketika itu, dia dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam proses penanganan kasus Bank Century.

Sri Mulyani selaku Menkeu diduga turut bertanggungjawab terkait turunnya dana talangan ke Bank Century.

Dalam kasus Century, KPK telah menetapkan eks Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya sebagai tersangka dan mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan, Siti sebagai orang yang dianggap bertanggungjawab atas turunnya dana talangan ke Bank Century.

Keduanya diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century pada tahun 2008 dan terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal. (N-8)

Sumber : Suara Pembaruan