Sandera WNI di Yaman Berhasil Dibebaskan


...

Gambar yang diambil dari video AFPTV menunjukkan seorang tentara Yaman yang terluka dibawa oleh rekan-rekannya setelah pesawat nirawak meledak di atas pangkalan udara al-Anad Yaman di provinsi selatan Lahj yang dikuasai pemerintah, Kamis (10/1). [AFP]

[JAKARTA] Seorang sandera warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan kelompok bersenjata di Yaman berhasil dibebaskan dan kembali ke tanah air pada Rabu (13/3). WNI bernama Adib Nadim dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat, Oman, dengan menggunakan penerbangan Oman Air didampingi oleh pejabat KBRI Muscat.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan upaya pembebasan Adib merupakan kerja sama antara otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa, Yaman.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan otoritas keamanan Kesultanan Oman  dalam pembebasan seorang WNI di Yaman", kata Retno saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Oman, Yusuf bin Alawi, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (14/3).

Adib ditangkap oleh  kelompok bersenjata di Kota Yaslah, 30 km sebelah selatan Yaman, tanggal 28 November 2018. Adib ditahan selama 99 hari  bersama sekitar tujuh warga negara asing lainnya hingga dibebaskan pada 7 Maret 2019.

"Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya," ujar Adib saat diterima Duta Besar RI Muscat, Mustofa Taufik Abdul Latif, setelah pembebasan tersebut.  

Adib adalah seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Adib berangkat ke Yaman  untuk meneruskan studinya pada tahun 2013. Saat ditangkap Adib sedang menemani sahabatnya, WN Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa. 

Sejak pecahnya  konflik bersenjata pada tahun 2015, Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman. Hingga saat ini, imbauan tersebut belum dicabut situasi keamanan secara umum di Yaman juga belum kondusif bagi warga negara asing. [C-5]



Sumber : suarapembaruan