l Satu Lumba-lumba Yang Nyasar ke Sungai Kualuh, Sumut Ditemukan Mati | Suara Pembaruan

Satu Lumba-lumba Yang Nyasar ke Sungai Kualuh, Sumut Ditemukan Mati
Kamis, 31 Januari 2019 | 10:33



[MEDAN] Satu dari dua ekor lumba-lumba yang menyasar ke Sungai Kualuh, Desa Kuala Beringin, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan mati oleh warga.

"Lumba-lumba dengan ukuran lebih besar sudah ditemukan mati mengambang. Lokasi matinya lumba-lumba itu tidak jauh dari tempat awal ditemukan," ujar seorang warga, Dedi Saputra (36), Kamis (31/1).

Dedi mengatakan, lumba-lumba yang menghebohkan masyarakat itu, sebelumnya melakukan atraksi di hadapan masyarakat yang datang melihat di Sungai Kualuh di Desa Kuala Beringin.

"Kemungkinan mati karena stres. Satu lumba-lumba lagi dengan ukuran lebih kecil belum ditemukan. Kita mengharapkan, petugas terkait melakukan penyelamatan," katanya.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melakukan koordinasi dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk membantu proses evakuasi atas dua ekor lumba-lumba di Sungai Kualuh, Desa Kuala Beringin, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura).

"Saat ini, petugas yang sudah diturunkan ke lokasi, terus memantau perkembangan dan pergerakan hewan mamalia tersebut. Petugas JAAN diajak kerja sama melakukan evakuasi karena mereka memang memiliki keahlian, untuk menangani hal itu," ujar Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, Selasa (29/1) lalu.

Hotmauli mengatakan, keberadaan lumba-lumba itu terpantau sudah berpindah tempat dari titik awal ditemukan warga. Kendati demikian, petugas di sana terus memonitor keberadaannya. Lumba-lumba itu masih sering muncul ke permukaan, dan belum merasa terusik meski ditonton banyak orang.

"Kita mengimbau masyarakat yang melihat lumba - lumba itu supaya tidak melempar batu. Ini penting dalam upaya penyelamatan, sehingga lumba-lumba itu tidak stres. Bila merasa terganggu dan stres maka lumba-lumba itu bisa berakibat fatal. Lumba-lumba ini harus bisa diselamatkan," katanya.

Lumba-lumba itu memiliki warna tubuh biru dan putih, memiliki benjolan di kepala, serta moncong yang persis seperti lumba-lumba. Kemunculan dua ekor hewan mamalia langka itu mengundang kehebohan masyarakat, yang kemudian viral karena menyebar di media sosial. Warga pertama kali melihat ikan dengan ukuran besar itu muncul di tengah derasnya arus sungai, Minggu (27/1) siang lalu.

"Selama ini, lumba-lumba ini belum pernah terlihat muncul di permukaan air sungai. Pemandangan ini pun baru pertama kali terlihat dan menjadi pemandangan langka oleh masyarakat. Kita tidak mengetahui, apakah lumba-lumba itu menyasar akibat air pasang laut hingga ke Sungai Kualuh di Desa Kuala Beringin," ujar Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane.

Objek Wisata Dadakan

Edi mengatakan, Sungai Kualuh menjadi objek wisata dadakan menyusul kehadiran ikan lumba - lumba tersebut. Bahkan, masyarakat datang hanya untuk sekadar melihat dan tidak mengganggu lumba-lumba itu. Sebaliknya, lumba-lumba itu seperti melakukan atraksi di hadapan masyarakat yang menyaksikannya. Kedua lumba-lumba itu terkadang melompat ke atas permukaan.

"Kita mengkhawatirkan, fenomena langka yang menjadi tontonan masyarakat tersebut, justru membuat lumba-lumba itu menjadi stres bahkan bisa mati di sungai. Oleh karena itu, kemunculan ikan lumba-lumba ini sudah kita sampaikan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Kita mengharapkan, petugas datang untuk menyelamatkan ikan lumba - lumba tersebut," katanya.

"Lumba-lumba itu seperti memberikan pertunjukan sirkus. Ketika masyarakat yang menonton bersorak-sorai sambil bertepuk tangan, lumba-lumba ini kembali melompat. Selama ini, kita melihat lumba - lumba dari televisi berwarna hitam putih. Tetapi lumba-lumba yang kita lihat ini berwarna biru putih," ujar seorang warga Desa Kuala Beringin, Rahmad Hidayat (45).

Ditambahkan, suasana yang semakin ramai dan keriuhan masyarakat yang menyaksikan itu, tidak membuat lumba-lumba itu merasa terganggu. Bahkan, kedua ekor lumba-lumba itu meliuk-liukkan badannya di permukaan sungai, dari hulu ke hilir maupun sebaliknya. Sehingga, masyarakat yang ramai di lokasi sungai tersebut, dapat melihat langsung atraksi lumba-lumba tersebut. Tidak sedikit warga yang merekam pemandangan langka itu. [155]




Kirim Komentar Anda