Singapura: Malaysia Kehilangan Hak Tinjau Harga Air


...

Singapura menyatakan akan terus membeli air dari negara bagian Johor di Malaysia hingga tahun 2061 karena bisa menghemat uang negara. [Istimewa]

[SINGAPURA] Singapura, Rabu (13/3), menyatakan negara itu bersikap jelas dan konsisten bahwa Malaysia telah kehilangan hak untuk meninjau harga air di bawah Perjanjian Air tahun 1962 (62WA).

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Singapura itu membantah komentar dari Kemlu Malaysia tentang persetujuan perdana menteri (PM) kedua negara pada November 2018 untuk memulai perundingan tentang kesepakatan air.

“Singapura telah jelas dan konsisten dalam posisinya bahwa Malaysia telah kehilangan hak untuk meninjau harga air di bawah Perjanjian Air tahun 1962. Tidak ada peninjauan harga air yang dilakukan,” sebut pernyataan juru bicara Kemlu Singapura.

Perjanjian Air tahun 1962 yang berakhir pada 2061, memberikan hak kepada Singapura untuk mengambil sampai 250 juta galon air per hari (juta galon per hari/mgd) dari Sungai Johor. Singapura membayar 3 sen per 1.000 galon air mentah, lalu menjual air olahan kembali ke Johor senilai 50 sen per 1.000 galon sebagai biaya dari pengolahan air.

Johor sendiri berhak mendapatkan pasokan air olahan hingga 2 persen atau 5 mgd pasokan air ke Singapura. Dalam praktiknya, Singapura telah memasok 16 mgd air olahan ke Johor atas permintaan negara bagian itu.

Sebaliknya, Selasa (12/3), Malaysia mengklaim bahwa jaksa agung kedua negara akan melakukan perundingan untuk peninjauan harga air.

“Selain itu, kedua pihak seharusnya sudah memasuki tahap kedua perundingan untuk membahas bagaimana harga baru air ditentukan,” sebut pernyataan resmi Malaysia.

“Bagaimana pun, pernyataan yang dibuat menteri luar negeri Singapura di parlemen pada 1 Maret tidak menggambarkan kesepakatan yang diputuskan kedua negara. Faktanya, dia mengkritik dan membuat tuduhan tanpa dasar melawan Malaysia,” tambah pernyataan itu merujuk Menlu Singapura Vivian Balakrishnan. [CNA/Bernama/Straits Times/C-5]



Sumber : suarapembaruan