Smartfren ‘Jambu’ Menjamin Bicara Murah


...

Smartfren Jambu [istimewa]

[JAKARTA] Ponsel dual simcard menjadi strategi baru PT Smartfren Telecom,operator jaringan telekomunikasi berbasis CDMA untuk merebut konsumen. Ponsel yang diperkenalkan dengan nama “Jambu” ini dapat menggunakan jaringan CDMA dan GSM. Ponsel Jambu dual on ini menjamin pelanggan bicara murah.  

“Pemilihan nama Jambu sudah melalui perhitungan dan survei pelanggan sampai diingat dan akhirnya diputuskan nama Jambu. Nama Jambu bisa berarti singkatan dari Jaminan Bicara Murah. Kami memang menginginkan nama yang gampang diingat dan dikenal masyarakat luas,” ujar Division Head  Product Development Smartfren Sukoco Purwokardjono saat acara peluncuran di Jakarta, baru-baru ini.  

Dengan teknologi CDMA yang semakin, pelanggan Smartfren bisa mendapatkan layanan jaringan telekomunikasi yang berkualitas dan murah. Tarif murah Smartfren dihitung berdasarkan satuan detik. Selain murah karena jaringan CDMA, harga ponsel Jambu juga terjangkau.
 

Selama masa promo, ponsel Smartfren Jambu mendapat tariff murah menelpon ke operator lain yakni hanya Rp 50 / menit. Selain itu, pelanggan Smart juga mendapat layanan gratis bicara ke semua pengguna Smartfren serta layanan SMS grup. Bersama kartu Smartfren, ponsel ini bisa dimiliki dengan harga Rp 229.000 per unit.
   

Meskipun diklaim sebagai ponsel murah, Smartfren Jambu memiliki sejumlah fitur berkualitas yang tak kalah dengan ponsel GSM. Ponsel ini memiliki fitur HD Voice yang menghasilkan suara jernih, menurunkan tingkat kebisingan, dan menambah kejelasan suara. Smartfren Jambu juga dilengkapi dengan fitur hiburan seperti Radio FM dan  pemutar musik.
 

Tak kalah bersaing, Smartfren Jambu juga dilengkapi dengan fasiltas kamera. Sebagaimana ponsel Smartfren yang lain, produk ini juga bisa digunakan sebagai modem dengan kecepatan 153,6 Kbps. Baterai Smartfren Jambu pun dibekali dengan daya 1.000 mAh.  

Deputi Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim mengaku optimistis dengan respons pasar terhadap produk-produk Smartfren. Pihak Smartfren bahkan sudah menyediakan 500.000 unit Smartfren Jambu dan 300.000 unit  untuk smartphone Andro Max. Meskipun dual simcard, penjualan ponsel Jambu tidak mempengaruhi pelanggan Smartfren.  

“Berdasarkan survei, ponsel Jambu didesain sesuai kebutuhan masyarakat. Banyak orang sudah memiliki nomor GSM, tetapi mereka juga ingin punya ponsel CDMA yang tarifnya murah. Di sisi lain, mereka enggan meninggalkan GSM  karena nomor mereka sudah dikenal dan tersebar. Jadi kami menjembatani kebutuhan itu,” tambahnya. [U-5]  



Sumber : suarapembaruan