Soroti Pembangunan SDM, Sandi Siapkan Solusi yang Tak Terpikirkan Kubu Jokowi


...

[JAKARTA] Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Simanjuntak mengatakan, Sandiaga Uno bakal menyoroti mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam debat Cawapres malam ini. Bahkan, Dahnil mengatakan, Sandi telah menyiapkan sejumlah solusi terkait pembangunan SDM yang tak terpikirkan oleh kubu Jokowi.

"Yang jelas kami akan tawarkan solusi-solusi yang tidak terpikirkan oleh para TKN, oleh Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," kata Dahnil di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK selama ini lebih mementingkan pembangunan infrastruktur ketimbang pembangunan manusia. Untuk itu, Dahnil mengatakan, dalam debat malam ini, Sandiaga Uno bakal menawarkan sejumlah solusi untuk mengatasi keterlambatan pembangunan SDM.

"Kita akan menawarkan solusi-solusi apa untuk menyelesaikan keterlambatan pembangunan sumber daya manusia selama 4,5 tahun ini. Seperti kita ketahui dan diakui juga oleh pemerintah bahwa sebenarnya revolusi mental kemudian berbelok menjadi pembangunan infrastruktur itu kami ingin mengembalikan rel pembangunan Indonesia pada pembangunan sumber daya manusia dan tentu juga akan melanjutkan pembangunan infrastruktur," katanya.

Dahnil menyatakan, revolusi mental yang digaungkan Jokowi saat Pilpres 2014 lalu telah berbelok menjadi pembangunan infrastruktur. Padahal, kata Dahnil, revolusi mental ditujukan kepada pembangunan SDM. Untuk itu, Dahnil menekankan pihaknya akan berupaya menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

"Itu kami sebut sebagai langkah keliru ya pepatah bilang billion step we can see in one step. One step-nya itu sebenarnya harusnya adalah orientasi pembangunan itu pada manusia bukan infrastruktur. Bukan berarti tidak penting, penting sekali infrastruktur tetapi kira-kira orientasi pertama dulu Pak Jokowi sudah benar itu revolusi mental tapi kemudian berbelok di tengah jalan kira-kira begitu ada tikungan ternyata berbelok kemudian lupa dengan revolusi mental itu. Nah itu yang ingin kami kembalikan kepada relnya. Orientasi pembangunan manusia itu harus menjadi soko guru pembangunan yang paling utama," katanya. [F-5]

 



Sumber : suarapembaruan