Komisi VII dan Kementerian ESDM Membahas RAPBN 2014


...

Ilustrasi Kilang Minyak

Jakarta - Komisi VII melakukan rapat kerja dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas mengenai asumsi dasar Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara 2014.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah mengajukan rancangan APBN 2014 yakni harga minyak Indonesia (ICP) US$ 100-115 per barel.

"Lifting migas 2.090-2.150 ribu barel setara minyak per hari, terdiri dari lifting minyak 800-900 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.230-1.250 ribu barel setara minyak per hari," kata Jero di Jakarta, Rabu (26/06).

Jero mengungkapkan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diusulkan sebesar 51,04 hingga 52,41 juta kilo liter (KL). Volume tersebut terbagi untuk Premium 33,50 juta KL, minyak tanah 1,10 hingga 1,20 juta KL dan Solar 16,44 hingga 17,71 juta KL. Sedangkan subsidi gas elpiji 3 kg sebesar 4,78 sampai 4,93 juta ton.

Subsidi bahan bakar nabati (BBN) untuk biodiesel diusulkan Rp 3.000 per liter dan bioethanol Rp 3.500 per liter. Subsidi gas cair kendaraan (LGV) sebesar Rp 1.500 per liter.

"Untuk alpha BBM bersubsidi diusulkan sesuai dengan formula APBN-P 2013 sebesar Rp 50," ujar Jero.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah anggota Komisi VII masih mengajukan sejumlah pertanyaan dan pernyataan mengenai usulan asumsi dasar yang diajukan pemerintah.