Teroris Buronan Densus 88 Dibekuk Polantas


...

Ilustrasi teroris [google]

Jakarta — Razia lalu lintas yang digelar Polres Temanggung berbuah tangkapan kakap. Razia yang digelar di Jalan Lingkar Geneng, Kertosari - Temanggung pada Kamis (14/2) pukul 10.30 WIB itu berhasil menangkap buronan Densus 88/Antiteror.

Buronan yang ditangkap itu adalah Triyono Wagimin Atmo alias Andalus alias Abu Hilwa. Lelaki kelahiran Karanganyar, 28 Agustus 1986, yang beralamat di Jl Panjang RT 03/RW 05, Tawangmangu, Karanganyar itu adalah anggota Jamaah Anshoru Daulah (JAD).

“Saat dihentikan, pengemudi lari menuju arah sawah. Hal itu membuat polisi curiga dan selanjutnya membuka paksa mobil yang diparkir pelaku,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Kamis (21/2).

Pada saat mobil dibuka paksa, dengan mendatangkan tukang kunci dan digeledah, ditemukan beberapa barang bukti. Misalnya buku yang berkaitan dengan radikalisme.

“Setelah pelaku berhasil diamankan, ternyata dia adalah orang yang masuk DPO Densus 88/Antiteror,” sambung Dedi.

Disebutkan, catatan aksi teror pelaku adalah pada Juni 2016 dia dideportasi dari Filipina, dengan tujuan untuk mengikuti pelatihan militer di Basilan-Filipina Selatan bersama dengan Adi Jihadi Cs. Lalu, Oktober 2016 dia mengikuti pelatihan paramiliter atau i’dad di daerah Karang Bolong-Anyer bersama sama dengan Adi Jihadi Cs dan dilatih oleh Nanang Kosim.

Triyono juga pernah merencanakan amaliyah bersama dengan Bambang Eko Prasetyo, Ageng Nugroho, Rio Baraka, Juhedi, Ali Abdulloh, Andi Baso, dan Nanang Kosim dengan modus operandi melakukan penembakan terhadap anggota Polri.

Nanang Kosim adalah terduga teroris yang tewas ditembak Tim Densus 88 Antiteror Polri di Cilegon, Banten, pada Maret 2017. Dia dikenal ahli persenjataan.



Sumber : suarapembaruan