ck Banjir Sulitkan Akses Tamu Hotel
...

Sebuah mobil mogok ditengah banjir Bundaran Hotel Indonesia. FOTO: JG Photo/ Yudhi Sukma Wijaya

Target pemerintah untuk mendatangkan sembilan juta wisatawan di tahun 2013 perlu strategi pemasaran terpadu dan terarah.

Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) menilai hotel-hotel yang berada di daerah banjir, khususnya di DKI Jakarta mengalami kesulitan menerima tamu akibat aksesnya terganggu.

"Bahkan yang sudah menginap ada yang pindah ke tempat lain karena banjir," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani di Jakarta, Rabu (23/1).

Dia mengatakan saat ini tingkat hunian hotel di Jakarta sedang mengalami "low season" yaitu antara 30-40 persen. Selain itu menurut dia, ketersediaan air bersih bagi hotel masih sangat kurang.

"Air bersih sangat kurang sehingga hotel dan restoran harus beli air dari Bogor," ujarnya.

Menurut dia, target pemerintah untuk mendatangkan sembilan juta wisatawan di tahun 2013 perlu strategi pemasaran terpadu dan terarah. Dia menyarankan agar pemerintah lebih meningkatkan kerja sama dengan industri.

Marketing Communication Manager Grand Hyatt Jakarta Viana Igah mengatakan dampak banjir di ibukota tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengunjung. Dia mengakui ada kesulitan akses keluar masuk pengunjung terutama melalui pintu depan hotel yaitu di jalan MH Thamrin.

"Banjir tidak berpengaruh signifikan. Hal itu karena tidak ada penurunan dan peningkatan pengunjung secara signifikan ," kata Viana.

Menurut dia, pengunjung yang ada di dalam hotel dijamin keamanan dan kenyamanannya. Dia mencontohkan ketersediaan logistik selama banjir tetap terjaga.