l Was-was, Tiongkok Punya Ratusan Boeing 737 MAX 8 | Suara Pembaruan

Was-was, Tiongkok Punya Ratusan Boeing 737 MAX 8
U-5 | Rabu, 13 Maret 2019 | 12:05

Para undangan mengambil foto pesawat Boeing 737 Max 8 yang dikirimkan untuk maskapai Air China saat upacara serah terima di Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur pada 15 Desember 2018. [AP] Para undangan mengambil foto pesawat Boeing 737 Max 8 yang dikirimkan untuk maskapai Air China saat upacara serah terima di Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur pada 15 Desember 2018. [AP]

[BEIJING] Sejak Senin (11/3), sejumlah maskapai menunda pengoperasian pesawat Boeing jenis 737 MAX8 karena keamanannya diragukan. Was-was kejadian serupa, Tiongkok menjadi negara pertama yang memerintahkan penangguhan operasional jenis pesawat Boeing itu.

Tiongkok menyerukan maskapai penerbangan domestiknya untuk menangguhkan operasi komersial hampir 100 jet Boeing 737 MAX 8. Perusahaan penerbangan Tiongkok memiliki 96 unit pesawat jenis 737 MAX yang beroperasi. Otoritas penerbangan akan menghubungi Administrasi Penerbangan Federal AS dan Boeing untuk konsultasi.

“Operasi Boeing 737 MAX 8 hanya akan dilanjutkan setelah "mengkonfirmasi langkah-langkah yang relevan untuk secara efektif memastikan keselamatan penerbangan," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Tiongkok adalah pasar yang penting bagi perusahaan pesawat AS, terhitung sekitar seperlima dari pengiriman Boeing jenis 737 MAX di seluruh dunia. Menurut situs Boeing yang diperbarui Januari 2019, perusahaan telah mengirimkan 76 pesawat Boeing 737 MAX ke maskapai Tiongkok, yang telah memesan 104 unit lagi.

"Mengingat bahwa dua kecelakaan sama-sama melibatkan pesawat Boeing 737-8 yang baru dikirim dan terjadi selama fase lepas landas, keduanya mengandung beberapa tingkat kesamaan," kata otoritas Tiongkok.

Etiopia, Tiongkok, dan Indonesia mendaratkan seluruh armada pesawat Boeing 737 Max pada Senin. Sementara sejumlah maskapai penerbangan di seluruh dunia melakukan langkah-langkah keselamatan dengan jet tersebut.

Ethiopian Airlines justru mengikuti pengumuman Tiongkok dengan melarang penerbangan semua pesawat Boeing 737 MAX 8.

Pada Senin (11/3), juru bicara Ethiopian Airlines Asrat Begashaw mengatakan meskipun belum diketahui apa yang menyebabkan kecelakaan itu, maskapai memutuskan untuk mendaratkan empat pesawat 737 MAX 8 yang tersisa sampai ada pemberitahuan lebih lanjut sebagai "tindakan pencegahan keselamatan tambahan.

Ethiopian Airlines menggunakan lima pesawat 737 MAX 8 baru dan sedang menunggu pengiriman 25 unit lagi.

Kemudian pada Senin (11/3), Kementerian Perhubungan Indonesia juga memutuskan untuk mendaratkan semua pesawat Boeing 737 MAX 8.

Sementara Kementerian Transportasi Korea Selatan juga melakukan inspeksi keselamatan darurat pada dua pesawat Boeing 737 MAX 8.

Kantor berita NDTV melaporkan pengawas penerbangan India, DGCA, kemungkinan akan berbicara dengan Boeing dan maskapai penerbangan lokal Jet Airways dan SpiceJet tentang penggunaan pesawat Boeing 737 MAX 8.

Cayman Airways menyatakan juga telah mendaratkan kedua jet 737 MAX 8 barunya hingga mendapat informasi lebih lanjut.

Perwakilan Boeing tidak segera menanggapi penundaan operasi Boeing 737 MAX8. Perusahaan itu hanya menulis pesan di Twitter bahwa perusahaan "sangat sedih mengetahui kematian penumpang dan awak" di pesawat Ethiopian Airlines.

“Tim teknis Boeing akan melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan teknis di bawah arahan Biro Investigasi Kecelakaan Etiopia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, bunyi pernyataan di situs web Boeing. [Al Jazeera/BBC/CNN/U-5]




Kirim Komentar Anda