ck Sidik Kasus Century, KPK Periksa Direktur BTN

Sidik Kasus Century, KPK Periksa Direktur BTN


...

Direktur Utama Bank BTN Maryono

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti menyidik kasus kasus korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal.

Setelah memeriksa saksi-saksi yang merupakan petinggi Bank Indonesia, sekarang giliran pihak Bank Century.

Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Maryono, Direktur BTN sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BM (Budi Mulya)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK, Rabu (31/7).

Maryono tentunya tak diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT BTN. Melainkan, mantan Direktur Bank Mutiara (Bank Century setelah diambil alih oleh pemerintah). Usai peristiwa pemberian dana talangan Rp6,7 triliun kepada Bank Century, Pemerintah menujuk Maryono yang saat itu menjabat sebagai GrupHead Jakarta Network Bank Mandiri sebagai Direktur Bank Mutiara.

Dalam kasus ini, KPK sudah memeriksa Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mantan Ketua Tim Penilai Surat Berharga Bank Century Bambang Kusmianto, Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede, Mantan Direktur Eksekutif Audit Internal Bank Indonesia (BI) Dyah Virgoana Gandhi dan mantan staf Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Galoeh Andita Widorini.

KPK telah menetapkan eks Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya sebagai tersangka. Sedangkan, eks Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan, Siti Fadjiah dinilai sebagai orang yang bertanggungjawab atas turunnya dana talangan ke Bank Century.

Keduanya diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century pada tahun 2008 dan terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal.