Bekasi Gandeng Swasta Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah


...

Pemkot Bekasi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan tiga perusahaan swasta untuk membangun Peltas di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Selasa, 10 September 2019. 

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah (Peltas) di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tiga perusahaan itu adalah PT Mamminasata Dalle Konstruksi, PT Matahari Hijau Energi dan PT Bioelektra Power Indonesia‎.

"Kita baru membuat PKS (Perjanjian Kerja Sama), ke depan akan dibahas kelanjutannya," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Bekasi, Rabu (11/9/2019).

Nantinya, Peltas akan menambah kekuatan untuk mereduksi semua sampah yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, milik Pemkot Bekasi.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah menjalin kerja sama dengan PT Nusa Wijaya Abadi (NWA), yang kini masih menyelesaikan kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait listrik yang dihasilkan. Peltas yang dikelola oleh PT NWA sudah dirintas sejak 2016 lalu. Kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dengan PT NWA ini dengan investasi US$ 121,1 juta.

Diketahui, selain Pemkot Bekasi di sekitar Bantargebang juga terdapat tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, milik Pemprov DKI Jakarta. Produksi sampah di Kota Bekasi mencapai 1.700-1.800 ton per hari. Sedangkan, sampah dari DKI Jakarta yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai 7.500 ton per hari. ‎

Rahmat menambahkan, bahwa Indonesia tertinggal dalam hal penerapan teknologi pengolahan sampah hingga menyebabkan kawasan Bantargebang menjadi gunungan sampah. "Kalau dari dulu sudah diterapkan teknologi seperti pembangkit listrik tenaga sampah, kemungkinan tidak akan seperti menggunung. "Kalau dulu sudah ada teknologi, kemungkinan tidak akan seperti yang sekarang ini," tutur Rahmat Effendi.

Dia menegaskan, Pemkot Bekasi tengah mengupayakan semaksimal mungkin untuk meminimalisir gunung sampah di TPA Bantargebang. Upaya ini dilakukan sebagai percepatan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelola Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Dengan adanya kerja sama dengan tiga perusahaan tersebut, Rahmat berharap bisa menjadi solusi persoalan sampah di Kota Bekasi. "Dengan sinergitas yang dilakukan ini diharapkan bisa menjadi pemecah solusi sampah di Kota Bekasi di tempat penampungan akhir baik di Bantargebang maupun di Sumurbatu, serta hasilnya bisa dipergunakan menjadi energi listrik," imbuh Rahmat Effendi.



Sumber : Suara Pembaruan