...

Ilustrasi Pedagang Kaki Lima (PKL)

Jakarta, Beritasatu.com - Upaya Pemprov DKI Jakarta merelokasi pedagang kaki lima (PKL) sebagai langkah penataan Pasar Senen masih terus berjalan. Beberapa petugas Satpol PP dan kepolisian berjaga-jaga di tenda-tenda yang disediakan agar PKL tidak lagi mengokupasi jalan maupun trotoar di sekitaran kawasan Jalan Stasiun Senen hingga ke Kramat Bunder.

Para PKL nampaknya masih enggan direlokasi ke lokasi yang telah ditentukan seperti Pasar Atom, Pasar Baru. Setidaknya hal itu dapat dilihat dari total 104 PKL Senen yang terdata, baru delapan orang yang mendaftar agar mendapat kios di Pasar Atom.

Wakil Wali Kota Jakpus Irwandi mencurigai sepinya pendaftar disebabkan adanya tekanan terhadap PKL dari Asosiasi Pedagang Jakarta Raya (APJR). Padahal pendaftaran sudah dibuka di Kelurahan Senen sejak 7 Desember yang lalu. Para PKL bahkan telah diperingati untuk tidak lagi menggelar lapak terhitung sejak 9 Desember.

"Kalau seminggu ini mereka tidak bisa dagang, pelan-pelan mereka pada ke Pasar Atom juga," kata Irwandi, di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Secara lokasi, lanjut Irwandi, Pasar Atom merupakan kawasan strategis untuk PKL. Mereka bakal diberi kios seukuran 2x1,5 meter dan tidak dipungut biaya sewa selama 6 bulan pertama.

Para PKL diberi lokasi berdagang oleh PD Pasar Jaya di lantai 4 Pasar Atom yang luasnya 400 meter persegi. Dulunya lokasi itu adalah tempat biliar. Lokasinya dekat dengan parkiran mobil dan terdapat fasilitas lift.

Keputusan menempatkan PKL di Pasar Atom dilakukan menyusul penolakan PKL direlokasi ke Pasar Kenari. Berdasarkan informasi yang beredar, PKL Senen bersedia direlokasi asalkan lokasinya tetap di kawasan Senen.

Mereka khawatir kehilangan pedagang jika berdagang di Pasar Atom. Kebanyakan PKL Senen adalah penjual baju bekas sisa impor, dompet, aksesoris ikat pinggang, maupun cincin. Kecil kemungkinan bagi mereka untuk kembali berdagang lantaran kawasan tersebut dijaga ketat 600 aparat hingga pulul 22.00 WIB.

Irwandi optimistis proses relokasi PKL Senen bakal berjalan mulus. Sekarang ini Pemkot Jakpus masih adu kuat dengan PKL Senen. Pihaknya bahkan tidak membatasi waktu pendaftaran untuk PKL.

"Enam bulan awal gratis. Kan enak Pasar Jaya menggratiskan kios selama enam bulan. Kalau itu enggak menutup, ya sudah berhenti, cari usaha lain," ujar Irwandi. 



Sumber : Suara Pembaruan