Reuni 212 Menghasilkan 29,5 Ton Sampah


...

Massa aksi reuni 212 yang digelar di kawasan Monas, Senin, 2 Desember 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Acara reuni 212 yang digelar di Monas, Jakarta sejak Senin (2/12/2019) dini hari hingga siang hari menghasilkan 29,5 ton sampah yang telah dibersihkan petugas DKI. Proses pembersihan berlangsung selama tiga jam dimulai pukul 10.00 hingga 13.00.

"Pukul 10.00 saat massa aksi mulai meninggalkan lokasi, petugas kebersihan mulai bergerak dan pukul 13.00 sudah steril," kata Kadis Lingkungan Hidup DKI Andono Warih, Senin.

Pihaknya mengerahkan 425 petugas kebersihan untuk mengatasi timbunan sampah mencapai 80 meter kubik atau 29,5 ton. Sampah yang berserak didominasi botol air mineral dan kotak atau tempat makanan.

"Tidak ada kesulitan dalam penanganan sampah hari ini. Petugas juga dipermudah dengan inisiatif peserta yang mengumpulkan sampah secara mandiri," katanya.

Anies: Reuni 212 Cerminan Persatuan Indonesia

Acara reuni 212 digelar sejak dini hari di Monas dan diisi dengan kegiatan kegamaan seperti salat tahajjud, istighasah, zikir serta doa untuk bangsa. Para peserta yang datang dari berbagai daerah mendoakan negeri dan pemimpin bangsa ini untuk bersikap adil.

Polda Metro: Reuni 212 Berjalan Kondusif

Kendati jumlah massa tidak terlalu besar dibanding tahun sebelumnya, imbas dari kegiatan tersebut, DKI tidak menerapkan sistem ganjil-genap di pagi hari dan sejumlah ruas jalan di sekitaran Monas menjadi tersendat.

Label Radikal
Waketun Partai Gerindra Fadli Zon hadir memenuhi undangan pada acara tersebut. Fadli menilai kegiatan reuni 212 berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan jadwal. Dia meminta masyarakat bijak menanggapi kegiatan yang dinisiasi para ulama.

Fadli menilai kegiatan reuni 212 mencerminkan persatuan masyarakat. Maka tidak perlu dicurigai apalagi diberi label radikal. "Kegiatan yang digelar ulama, tokoh umat Islam seperti ini harus disikapi bijaksana, itu yang akan menciptakan kedamaian. Bukan dengan kecurigaan, kemudian stigmatisasi radikal," tutur Fadli Zon.

Gubernur DKI Anies Baswedan turut memberi sambutan pada acara tersebut. Anies hadir dengan mengenakan peci hitam dan pakaian dinas gubernur. Dalam sambutannya, Anies menyebut kegiatan reuni 212 memberi pesan damai dan persatuan.

"Tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan hadirnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketika kesetaraan, kesempatan ada ketika perlakuan yang sama ada pada setiap warga Indonesia, maka di situ kita akan merasakan keadilan. Dengan demikian, kita memiliki persatuan," kata Anies Baswedan.

Peserta reuni 212 memiliki tuntutan yakni memulangkan imam besar FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Mereka juga meminta aparat untuk menangkap Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Rizieq turut memberi sambutan melalui konferensi video. Dia mengaku dicegah pemerintah Arab Saudi sehingga tidak bisa meninggalkan negara itu. Bahkan dia mengklaim pencegahan terhadapnya justru datang dari permintaan pemerintah Indonesia.



Sumber : Suara Pembaruan