ck Warga Kumbang Rawa Lele Keluhkan Air PAM Bau Menyengat

Warga Kumbang Rawa Lele Keluhkan Air PAM Bau Menyengat


...

Anak sekolah berjalan di Jalan Kumbang Rawa Lele yang kiri-kanannya sedang ada perbaikan saluran got. Perbaikan saluran got ini diduga menjadi penyebab air PAM di wilayah itu menjadi bau menyengat.

Jakarta, Beritasatu.com – Ratusan warga Jalan Kumbang Rawa Lele, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mengeluhkan kondisi air PAM yang bau menyengat dan sangat tidak layak pakai. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, dan telah dilaporkan ke pihak PAM Lyonnaise Jaya, namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda perbaikan.

“Jangankan untuk dipakai memasak, dipakai untuk mandi dan mencuci saja sudah tidak layak. Airnya kadang berbuih, dan baunya sangat menyengat seperti telur busuk,” ujar Yami, salah seorang ibu rumah tangga di RT 001 RW 01 Jalan Kumbang Rawalele kepada SP, Jumat (8/11/2019) pagi.

Melihat kondisi air yang sangat bau tersebut, Yami terpaksa membuang air yang telah ditampung tersebut, karena tidak tahan dengan baunya. “Enegh, serasa mau muntah,” tuturnya.

Begitu juga yang dialami Kusmiati, warga yang tinggal di RT 13 RW 01. Air PAM di rumahnya juga sangat bau. “Airnya sih cukup bening, tapi baunya sangat menyengat. Sehingga dia dan keluarga tidak berani menggunakan air PAM untuk keperluan sehari-hari,” kata Kusmiati.

Disebutkan untuk keperluan memasak dan minum dan lainnya terpaksa membeli air isi ulang. Sedangkan untuk mandi dan mencuci menyelang dari tetangga yang punya air tanah. “Akibat kondisi ini kami harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air isi ulang untuk keperluan memasak dan lainnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Maliki, warga RT 03 RW 01. “Air PAM di rumahnya bahkan sudah sebulan lebih bau menyengat seperti air got, dan telah melaporkan ke pihak PAM, namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda perbaikan,” katanya.

Menurutnya pihak PAM Lyonase Jaya harus cepat mengecek dan membereskan keluhan warga yang sudah berlangsung cukup lama tersebut. “Jangan biarkan kami tambah sengsara karena air tanah juga sudah menyusut akibat musim kemarau ini,” tegas Maliki.

Dari pantauan SP, memang di sepanjang Jalan Kumbang Rawa Lele sedang ada penggalian saluran air got sejak satu bulan lalu. Saluran air got tersebut sedang dirapikan dan diganti dengan beton-beton berleter U. Warga mengkhawatirkan ada kebocoran pipa PAM ketika penggalian saluran got tersebut sehingga air PAM bau menyengat sehingga diminta segera mengecek dan memperbaikinya.



Sumber : Suara Pembaruan