Rifai: Saya Bebas Mengeluarkan Pernyataan


...

Pengacara Achmad Rifai

Hak sebagai pengacara Rosa

Achmad Rifai, kuasa hukum terpidana kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet Sea Games XXVI Palembang, Mindo Rosalina Manulang, menyesalkan pernyataan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang mengancam akan mencabut perlindungan terhadap Rosa karena dirinya dinilai terlalu banyak berbicara kepada publik.

Menurut Rifai, berdasarkan Pasal 14 Undang-Undang No.18/2003 tentang  advokat, dirinya bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam  membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.

"Advokat bebas dalam menjalankan tugas pforesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggungjawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik," Rifai membaca Pasal 15 Undang-Undang No.18/2003 tentang advokat, Minggu.

Sebelumnya, Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan akan meninjau ulang perlindungan terhadap Rosa jika Rifai masih terus berbicara kepada media. Rifai dinilai melanggar mekanisme perlindungan di LPSK.

“Seharusnya Ahmad Rifai tidak menyampaikan hal tersebut (menteri minta fee proyek) secara terbuka kepada publik. Dia bisa secara diam-diam melaporkannya ke  KPK. Tindakan yang dilakukan Rifai justru akan membahayakan posisi kliennya,” kata Abdul Haris, Jumat (24/2) silam.

Sementara itu, soal keraguan terhadap keabsahannya sebagai kuasa hukum Rosa, Rifai mengatakan dirinya sudah pernah mengirimkan surat kuasa ke LPSK.

"Kami juga menyesalkan mengapa LPSK masih mempertanyakan soal keabsahan kami sebagai pengacara. Padahal surat kuasa yang sah telah kami kirimkan kepada LSPK," sesal Rifai.