SPBG Didemo, Transjakarta Tak Bisa Isi BBG


...

Ilustrasi

"Pertamina harus membayar lahan dengan harga Rp7 juta per meter atau sesuai NJOP Rp6 juta per meter."

Bus Transjakarta tak bisa mengisi bahan bakar gas akibat aksi unjuk rasa menutup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, hari ini.

Unjuk rasa tersebut terkait sengketa sengketa lahan seluas 4.170 meter kubik antara PT Pertamina dengan ahli waris.

"Pertamina harus membayar lahan dengan harga Rp7 juta per meter atau sesuai NJOP Rp6 juta per meter," kata Sireva Karepesina, perwakilan ahli waris kepada wartawan.

Menurut dia, berdasarkan surat tanah/girik c 221 persil 9s3 tahun 1950 tanah merupakan hak ahli waris. Namun, tanah ini justru ditempati pertamina. "Pertamina tidak melakukan pembelian atau penyewaan. Tiba-tiba difungsikan sebagai SPBG untuk Transjakarta.

Ahli waris, lanjutnya, mengancam akan menurunkan massa lebih banyak jika Pertamina tidak menyelesaikan sengketa tersebut.

Sebelumnya, dikabarkan aksi unjuk rasa di depan Pengisian Gas Elpiji di Jalan Pemuda menuju Rawa Mangun, mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar wilayah tersebut. Polisi lalu lintas terpaksa mengalihkan arus lalu lintas dari jalur lambat ke jalur cepat.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Karena itu, pengguna jalan diimbau bersabar dan mengikuti arahan petugas.