Banjir di Ambon, Sekolah Masih Libur


...

Ilustrasi banjir [google]

[AMBON] Musibah naas banjir bandang  yang melanda kota Ambon, Rabu (1/8) lalu menyebabkan sejumlah sekolah di kota Ambon juga diliburkan sampai sekarang akibat sekolahnya ikut dilanda banjir.

“Terparah di sekolah kami Madrasah Itidaiyah (MI) 1 Ambon digenangi air setinggi satu meter,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) MI 1 Ambon Koesnadi Umar Sag di Ambon, Senin (6/8). Koesnadi mengatakan, sekolahnya berada di lokasi asrama Batu Merah Kecamatan Sirimau kota Ambon. Meja dan kursi di setiap kelas belajar kata dia,   berserakan tidak beraturan karena  derasnya air yang masuk ke sekolah ini.

Menurut Koesnadi, saat banjir datang proses pembelajaran aktif berjalan seperti sedia kala. Para murid pagi itu, sedang menerima pelajaran, tiba-tiba sekolah ini diserang oleh luapan air. 

Dijelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya korban maka langkah pertama yang dilakukan adalah memulangkan siswa dari sekolah,  dengan jalan seluruh siswa dikawal menuju ke arah belakang sekolah yang menuju ke arah ketinggian permukaan tanah.

 
Setelah banjir, ketingiaan air mulai menurun,   lumpur  setebal 10-20 cm mulai terlihat disetiap ruangan yang ada di sekolah dan ruang kelas. Sementara itu ketika terjadi musibah banjir, di beberapa kawasan yang menjadi titik pusat banjir,  air masuk dan menghancurkan ruangan kelas, kondisi  ini memaksa para pengelola sekolah memilih  menyelamatkan  siswa sebelum air naik setinggi dua meter.  
 
Sekolah yang dilanda banjir antara lain, SD Negeri 22, SDN  62 Ambon, Sekolah Kristen Kalam Kudus,  dan MI 1 Ambon. digenangi air setinggi 1 meter. Beberapa ruangan di lantai dua SD 62 Ambon, dimanfaatkan  oleh warga batumerah ambon untuk mengungsi. Sementara lantai satu sekolah itu terlihat berantakan karena  digenangi  banjir. 
 
Sementara itu,  akibat musibah banjir dan longsor yang terjadi Rabu (1/8) lalu di kota Ambon  Kecamatan Leitimur Selatan kota Ambon  hingga saat ini masih terisolir akibat terjadinya longsoran di sejumlah lokasi.
Pantauan SP, lokasi terparah berada di wilayah antara Desa Hatalai, Desa Ema dan desa Naku. Kecamatan Leitimur Selatan, terdapat 10 titik longsoran yang langsung menutup ruas jalan.

Material longsoran berupa tanah dan batu-batuan serta pohon-po-hon besar langsung menutup ruas jalan, bahkan ada ruas jalan yang amblas sehingga tersisa sebagian. Masyarakat yang hendak menuju Desa Ema, Naku, Kilang dan sekitarnya dari pusat kota, hanya dapat menggunakan kendaraan bermotor hingga di Desa Hatalai.

 Selebihnya mereka terpaksa harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer akibat material longsoran tanah tersebut belum dapat dibersihkan dan masih menutupi jalan. Kondisi tersebut jika masih terus terjadi, tentunya akan mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperolehan kebutuhan pokok.

Pasokan kebutuhan pokok seperti minyak tanah dan lain-lain pasti akan terganggu jika material longsoran tidak segera dibersihkan.
Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Leitimur Selatan, AKP M Alyona mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ema untuk bersama-sama dengan masyarakat bergotong royong membersihkan ruas jalan yang tertimbun material longsoran tersebut secara manual.

Pihaknya bersama-sama dengan masyarakat akan kembali melakukan pembersihan pada titik-titik longsor tersebut secara manual dengan berbagai peralatan seadanya. Pihaknya tidak memiliki alat berat, tetapi yang dibantu dengan masyarakat akan kembali melakukan pembersihan dengan peralatan seadanya.
Oleh karenanya ia meminta perhatian Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk masalah yang dihadapi masyarakat karena longsoran tersebut.[156]



Sumber : suarapembaruan