BSSN: Hoax Perkeruh Suasana di Papua


...

Sebuah bangunan terbakar sebagai buntut aksi demo massa di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8), diduga dipicu ejekan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih terus memantau penyebaran berita bohong atau hoax terkait permasalahan di Papua. Penyebaran berita hoax tersebut terjadi secara simultan dan bersifat provokatif sehingga memperkeruh suasana.

"Pemerintah Indonesia tengah menghadapi permasalahan tentang Papua dan Papua Barat. Permasalahan tersebut turut dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas di ruang siber, antara lain adanya penyebaran hoaks dan informasi yang provokatif sehingga memperkeruh suasana," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian di Kantor BSSN Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Dalam kesempatan itu BSSN menegaskan akan mengambil peran dalam membantu pemerintah untuk mengatasi permasalahan tentang Papua sesuai dengan tugas dan fungsi BSSN di bidang keamanan siber.

"Serangan siber itu bisa dilakukan individu, kelompok, ataupun lainnya. Yang pasti, BSSN akan terus bantu pemerintah mengatasi permasalahan tentang Papua sesuai dengan tugas dan fungsi BSSN di bidang keamanan siber," ujarnya.

Saat ini, diakui, BSSN sendiri telah menetapkan beberapa program kerja prioritas yang telah mulai dikerjakan secara simultan pada tahun 2019. Diantaranya meliputi Pembangunan National Security Operation Center (NSOC), Penyusunan Roadmap BSSN Tahun 2019-2045,

"Kemudian juga ada Penyusunan Rencana Strategis Tahun 2020-2024, Penyusunan Strategi Keamanan Siber Indonesia Tahun 2020-2024, dan Restrukturisasi Organisasi BSSN," ujarnya. 



Sumber : Suara Pembaruan