Capim Nawawi: KPK Lembaga Luar Bisa, tapi Kinerja Biasa Saja


...

Calon Pimpinan KPK Nawawi Pomolango saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/9/2019).

Jakarta, Beritasatu.com- Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and profer test) capim KPK di Kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (11/9/2019). Capim KPK yang terlebih dulu di uji adalah Nawawi Pomolango.

Nawawi menjelaskan, motivasinya bila terpilih menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023 akan berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. "Saya juga greget, lembaga yang luar biasa kinerjanya saya rasa biasa-saja," kata Nawawi Pomolango menjawab pertanyaan anggota dewan.

Nawawi ingin menjadikan KPK sesuai tujuan lembaga antirasuah itu yang sebenarnya yakni Pasal 5 UU No 32/2002. Dalam UU, tujuan KPK didirikan yakni meningkatkan daya guna dan hasil guna pemberantasan korupsi. "Saya rasa greget saja. Lembaga KPK tampak seperti tredmel yang di atas lari kencang sebenarnya jalan di tempat. Kelihatan lari kencang tapi lambat," ucap Nawawi Pomolango.

Nawawi mengilustrasikan KPK saat ini ibarat seseorang baru pulang dugem di tengah malam. Dalam perjalanan ke rumah di tengah malam, orang mabuk itu akan pulang dengan sempoyongan. "Seperti itu saya lihat kinerja KPK. Dari mana buktinya, 2018 indeks korupsi Indonesia tertatih-tatih. Apa yang dilaksanakan KPK selama ini? Konsentrasi KPK hanya penindakan dan bukan mencegah," jelas Nawawi Pomolango.

Ia juga mencontohkan lembaga pemberantasan korupai di Korsel. Awalnya pemberantasan korupsi di negara itu dilakukan dengan banyak penindakan. "Namun karena sudah menganggu program pemerintah makanya dibubarkan. Muncullah lembaga baru seperti Ombudsman atau pencegahan," kata Nawawi Pomolango.



Sumber : Suara Pembaruan