ck Diputus Hukuman Percobaan Pengadilan Tinggi, Ahmad Dhani Bebas

Diputus Hukuman Percobaan Pengadilan Tinggi, Ahmad Dhani Bebas


...

Terdakwa Ahmad Dhani menjalani persidangan di PN Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/4/2019).

Surabaya, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jatim di Surabaya yang diketuai PH Hutabarat mengoreksi vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam perkara kasus idiot di vlog milik musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Ahmad Dhani dihukum hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan. Majelis hakim PT dalam putusan bandingnya yang diterbitkan, Rabu (6/11/2019) itu menyatakan sependapat dengan majelis hakim PN Surabaya yang menyatakan, terdakwa Ahmad Dhani bersalah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), namun tidak sependapat dengan tingginya hukuman, yakni selama satu tahun enam bulan penjara.

Baca juga: Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara

Dalam amar putusan yang dimuat pada sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Surabaya, perkara dengan nomor 1272/PID.SUS/2019/PT SBY itu majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur menyatakan menerima banding Amad Dhani Prasetyo. Selanjutnya vonis pengadilan tingkat kedua itu mengoreksi vonis majelis hakim PN Surabaya jauh lebih ringan dari vonis di pengadilan tingkat pertama, dengan hukuman percobaan. Artinya, terdakwa dinyatakan bersalah sesuai surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun ia tidak perlu menjalani hukuman karena dinyatakan dengan percobaan.

Baca juga: Usai Divonis, Ahmad Dhani Dikembalikan Ke Lapas Cipinang

Majelis hakim PT Jatim yang diketuai oleh PH Hutabarat, dan beranggotakan hakim anggota, Agus Jumardo dan RR Suryowati itu mengubah vonis majelis hakim PN Surabaya tanggal 11 Juni 2019, Nomor: 275/Pid.Sus/2019/PN Sby. Kutipan vonis banding itu menyatakan, terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan. Menetapkan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama enam bulan berakhir.

Adalah Winarko, salah seorang JPU kasus Ahmad Dhani Prasetyo yang dikonfirmasi atas vonis tersebyt mengaku akan mengecek vonis banding tersebut guna diteruskan ke pimpinan.

Baca juga: Dhani Dituntut 18 Bulan Penjara Kasus Ujaran Kebencian

Sedang penasehat hukum Ahmad Dhani Prasetyo, Aldwin Rahardian juga menyatakan belum menerima petikan putusan hakim PT Jatim di Surabaya. Namun ia mengapresiasi vonis PT Jatim itu dengan mengoreksi hukuman Ahmad Dhani, dari satu tahun penjara menjadi tiga bulan penjara dengan enam bulan percobaan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ahmad Dhani Prasetyo, pentolan grup musik Dewa-19 yang terjun ke politik sebagai anggota (dan caleg) Partai Gerindra, didakwa telah melakukan perbuatan yang melanggar Undang-Undang ITE, Pasal 27 ayat 3, terkait dengan ujaran idiot dalam vlog yang disampaikannya di Hotel Mojopahit Surabaya. Ancaman pidana dalam pasal 27 ayat 3 ini, paling lama adalah enam tahun penjara.



Sumber : Suara Pembaruan