Kerugian Banjir Diperkirakan Mencapai Rp 10 Triliun


...

Warga melintasi sejumlah mobil yang terserat arus dan akses jalan hancur pasca banjir yang merendam kawasan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 2 Desember 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Bencana banjir dan longsor dan terjadi di Jabodetabek dan Lebak, Banten telah menyebabkan jatuhnya puluhan korban jiwa dan puluhan ribu lainnya mengungsi. Tidak hanya itu, bencana banjir juga menyebabkan ribuan rumah rusak berat.

Ketua Komisi VIII Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama antara Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial dan Kepala BNPB di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, menyebutkan, dari laporan yang diterima bencana yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan kerugian hingga 10 triliun rupiah.

"Kalau kita lihat di Jakarta sungguh luar biasa juga bencana banjirnya. Kalau dihitung-hitung mungkin lebih kurang kerugiannya sampai 10 triliun rupiah," kata Yandri Susanto, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dirinya mencontohkan, di Kabupaten Lebak sendiri rumah yang rusak berat ada hampir 1.500 rumah, rusak sedang sekitar 521 rumah, rusak ringan sekitar 1.110. Sedangkan di Kabupaten Bogor, rumah rusak berat ada sebanyak 157 rumah, rusak sedang 89 rumah dan rusak ringan 474.

Dirinya berharap kedepannya resiko bencana dapat dikurangi atau dicegah semaksimal mungkin. Termasuk dalam upaua penanganan korban yang dilakukan dengan cepat sesuai dengan standar minimum pelayanan.

Namun demikian, dalam rangka mewujudkan hal tersebut hingga saat ini masih dihadapkan beberapa permasalahan yang mendasar. Diantaranya yakni persoalan masih lemahnya koordinasi dan sinergi antara kementerian dan lembaga pemerintah pusat dan daerah dalam melakukan berbagai kebijakan penanggulangan bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebutkan, sepanjang bencana banjir yang terjadi di Jabodetabek dan Lebak pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik sekitar 9,5 miliar rupiah.

Rinciannya bantuan logistik tanggap darurat DKI sebesar Rp 2,79 miliar, bantuan logistik tanggap darurat Jawa Barat Rp 2,93 miliar, bantuan logistik tanggap darurat Banten Rp1,82milyar, serta bantuan lain termasuk sembako dan santunan.

Dalam hal inventarisasi kerusakan rumah, kewenangan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dengan membentuk Tim Inventarisasi lintas sektor. Dalam hal ini BNPB bisa diminta untuk mendampingi.

Terkait prosesnya, tim akan melakukan survey terhadap kerusakan rumah warga dan mengklasifikasikannya ke dalam tiga jenis kerusakan yakni; Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS) dan Rusak Ringan (RR) dengan dilengkapi dengan nama dan alamat pemilik rumah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menyiapkan perhitungan terkait estimasi kerugian akibat banjir di Jabodetabek dan Lebak.

"Belum ada (perhitungan estimasi kerugian bencana dari BNPB). Deputi Bidang Rehab Rekon yang akan menghitung, sedang disiapkan," kata Agus Wibowo.



Sumber : Suara Pembaruan