Pengikut Keraton Agung Sejagat Dipungut Jutaan Rupiah dan Dijanjikan Gaji Dolar


...

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel (tengah) didampingi Kabid Humas Kombes Iskandar Fitriana Sutrisna (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Budi Haryanto (Ketiga kiri) saat gelar perkara kasus Keraton Agung Sejagat di Mapolda Jateng, Rabu, 15 Januari 2020.

Semarang, Beritasatu.com - Totok Santosa dan istrinya Fanny Aminadia menarik uang bervariasi kepada para pengikutnya. Besarnya pungutan bervariasi antara Rp 3 juta hingga Rp 30 juta per orang. Pengikut yang ingin jabatan tertentu dipungut lebih besar lagi.

"Para pengikut yang jadi korbannya dijanjikan akan mendapatkan gaji setiap bulannya dalam bentuk uang dolar," kata Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel dalam gelar perkara kasus Keraton Agung Sejagat di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (15/1/2020).

Kapolda mengatakan Totok Santosa dan Fanny ditangkap Polda Jateng, Selasa (14/1/2020) pukul 18.00 WIB dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tentang 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Iskandar Fitriana Sutrisna menambahkan tersangka Totok dan Fanny mendirikan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah sejak 2018. "Mendirikan kerajaan dari 2018, tetapi baru kemarin membuat kegiatan seperti mendirikan prasasti pada 8 Desember 2019. 10 Januari 2020 melakukan kirab dan 19 Januari membuat pesta yang disebut wilujengan," ujar Kombes Iskandar.

Keraton Agung Sejagat memiliki 450 anggota. Setiap orang yang hendak masuk menjadi anggota dikutip iuran Rp 3 juta hingga Rp30 juta. Namun, polisi belum mengetahui total dana yang berhasil dihimpun.

Tersangka Totok dan Fanny membuat struktur pemerintahan di Keraton Agung Sejagat. Totok menjadi raja dan dipanggil sinuhun, sedangkan istrinya disebut kanjeng ratu. Mereka membentuk 13 resi, lembaga setingkat kementerian. "Ada militernya juga. Ada resi bidang ekonomi, sosial, dan budaya," ungkap Iskandar.

Apa pekerjaan sehari-hari tersangka? Totok diketahui tak memiliki pekerjaan tetap dan beralamat di Jakarta Utara, sedangkan Fanny beralamat di Jakarta Selatan.

Polda sudah memeriksa 20 saksi. Sebanyak 17 saksi yang diperiksa merupakan anggota Keraton Agung Sejagat dan tiga lainnya warga setempat.

Totok dan Fanny menetapkan pejabat di keraton berdasarkan jumlah uang yang disetor anggotanya. "Makin besar (setoran), diberi jabatan yang tinggi," imbuh Iskandar.

Meski begitu, aktivitas Keraton Agung Sejagat dinilai belum mengarah pada tindakan makar. Totok dan Fanny masih mengakui sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Nanti kita dalami lagi. Yang jelas mereka sudah membentuk struktur pemerintahan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Purworejo mengapresiasi penangkapan Totok dan istrinya oleh polisi. Kabag Humas Pemkab Purworejo, Rita Purnama mengatakan pihaknya mengapresiasi aparat keamanan yang telah mengambil tindakan terhadap pimpinan Keraton Agung Sejagat.

"Ini sebagai langkah yang tepat, karena sedikit banyak adanya kegiatan Keraton Agung Sejagat sudah meresahkan warga. Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian. Artinya jangan gegabah melakukan tindakan main hakim sendiri," ujar Rita.

Pihaknya mengimbau masyarakat supaya lebih berhati-hati dengan ajakan-ajakan yang bertentangan dengan budaya dan norma.

"Jika menemukan aktivitas yang sekiranya mencurigakan di lingkungan tempat tinggal, di desa, maupun di kecamatan untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib," katanya. 



Sumber : Suara Pembaruan