ck Polisi Temukan Dua Tindak Pidana Ambruknya Atap SDN Gentong

Polisi Temukan Dua Tindak Pidana Ambruknya Atap SDN Gentong


...

Anggota tim labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 5 NOvember 2019.

Pasuruan, Beritasatu.com - Polisi menemukan dua tindak pidana dalam insiden ambruknya atap empat ruang kelas SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Provinsi Jatim. Akibat kejadian itu, dua orang korban perempuan yakni seorang guru pengganti dan seorang murid kelas dua meninggal dunia. Polisi telah melakukan gelar perkara yang dilaksanakan, Kamis (7/11/2019) malam.

Dua tindak pidana yang ditemukan polisi yakni pertama adanya dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP yakni karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan. Lalu tindak pidana kedua adalah dugaan tindak pidana tertentu (Tipiter) atau tindak pidana korupsi..

“Fokus kasus yang pertama ini ditangani Polres Pasuruan Kota. Sedangkan fokus yang kedua yakni kasus tindak pidana tertentu atau tindak pidana korupsi ditangani Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Jumat (8/11/2019) sore.

Baca Juga: Gedung SDN Ambruk, Dua Siswa Tewas

Dalam waktu dekat, tim gabungan penyidik akan menetapkan siapa tersangkanya, pascadilakukan pemeriksaan sebagai saksi-saksi sebelumnya, tambah Frans Barung lagi.

Sementara itu Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno melalui Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso secara terpisah, Sabtu (9/11/2019) tadi pagi membenarkan, terdapat empat orang dari unsur Kantor Dinas Pendidikan, kontraktor dan pengawas bangunan. Di antara mereka itu terdapat pejabat kuasa pemegang anggaran (KPA) serta pejabat pembuat komitmen (PPK) serta dua kontraktor.

Baca JugaTrauma, Sekolah SDN Gentong Belum Pastikan Jadwal Masuk

Diperkirakan paling lambat awal pekan depan polisi akan menetapkan siapa-siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sebab, dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Labfor dan ahli konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ditemukan adanya penyimpangan spesifikasi bangunan sekolah yang tidak sesuai standar keamanan.

Kapolres membenarkan, bahwa dari hasil pemeriksaan tim gabungan itu ditemukan indikasi kesalahan pada konstruksi bangunan.

Baca Juga: Kasus Atap Sekolah Ambruk, Polda Jatim Periksa Empat Saksi

Menurut penelitian tim, kesalahan itu diduga keras terjadi akibat penyimpangan konstruksi dan bahan material dalam pembangunan gedung dan atap SDN Gentong.

“Ada kesalahan konstruksi karena ada ketidaksesuaian penggunaan material dalam pembangunan SDN Gentong," ujar Agus Sudaryatno.



Sumber : Suara Pembaruan