ck Polres Lumajang Menangkan Pra Peradilan Melawan Qnet

Polres Lumajang Menangkan Pra Peradilan Melawan Qnet


...

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban bersyukur dan senang majelis hakim yang menangani gugatan pra peradilan PT Amoeba Internasional terhadap Tim Cobra Polres Lumajang menolak gugatan pemohon.

“Saya sangat bersyukur sekali setelah hakim mengetok palu bahwasannya tak mengabulkan gugatan dari pemohon. Kemenangan ini bukan hanya milik Tim Cobra Polres Lumajang saja, namun juga untuk keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Arsal kepada SP, Kamis (7/11/2019).

Arsal menyebutkan, Polres Lumajang memenangkan 2 gugatan pra peradilan dalam kasus investasi Qnet, yang menyangkut bisnis skema piramida. Majelis hakim yang menangani perkara ini menolak permohonan kedua pra peradilan tersebut dalam sidang putusan di PN Lumajang pada Rabu, (6/11/2019).

Ada 2 gugatan pra peradilan yang diajukan oleh pemohon yaitu mengenai penyitaan dan penggeledahan terhadap Niswatul dan Fawa'id, serta pra peradilan tentang penetapan tersangka Karyadi oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

“Dalam kedua gugatan pra peradilan tersebut, terdapat 13 poin pokok yang dituntut pemohon yang diajukan kepada hakim, namun hakim menolak semua gugatan yang ditujukan kepada Tim Cobra Polres Lumajang,” ujar Arsal yang juga merupakan putra daerah asli Makassar tepatnya dari Kota Kalosi-Enrekang.

Dikatakan dengan ditolaknya gugatan pra peradilan tersebut, membuktikan Tim Cobra Polres Lumajang dalam menjalankan penyidikan yang dilakukan terhadap kasus money games white collar crime yang menyeret 3 perusahaan yaitu PT Amoeba International, PT QN International Indonesia, dan PT Wira Muda Mandiri telah sesuai SOP yang ditentukan.

Seusai persidangan, awak media mencoba mewawancarai Ida Sri Sugiantari selaku kuasa hukum dari penggugat, langsung meninggalkan ruang persidangan tanpa mau diwawancarai. Tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, kuasa hukum direksi PT Amoeba International tersebut langsung naik ke dalam kendaraan dan meninggalkan Pengadilan Negeri Lumajang.



Sumber : Suara Pembaruan