Koalisi Gemuk Bagus untuk Pemerintah, Bahaya untuk Demokrasi


...

Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Jakarta, Beritasatu.com – Legitimasi Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih selama lima tahun mendatang akan semakin kuat apabila oposisi bergabung di kabinet. Hal tersebut merupakan suatu keuntungan bagi pemerintahan Jokowi bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir kepada Beritasatu.com, Rabu (9/10/2019).

“Kalau untungnya, Jokowi akan punya legitimasi kuat dari segi politik jika oposisi memang masuk kabinet. Berarti Jokowi didukung oleh koalisi yang besar di parlemen. Memudahkan Jokowi untuk mengeksekusi segala kebijakan yang direncanakan,” kata Wempy.

Akan tetapi, menurut Wempy, koalisi pemerintahan yang gemuk justru berpotensi melemahkan demokrasi. Wempy menegaskan, kekuasaan yang absolut akan sangat berbahaya. Sebab, tidak ada yang melakukan pengawasan.

“Sulit memang untuk menyenangkan semua pihak soal penentuan kabinet, pasti ada yang kecewa. Tapi saya kira, partai yang selama ini ambil jarak tetap dibiarkan saja, jangan diakomodir. Kekuasaan sulit diawasi dan ini bahaya buat demorkasi,” ujar Wempy.

Di sisi lain, Wempy mengatakan, kecemburan akan muncul dari partai koalisi Jokowi jika pihak yang berseberangan selama ini justru bergabung. Dinamika pasti bakal terjadi di internal partai koalisi Jokowi.

“Pasti akan ada kecemburaan dari partai yang berjuang sejak awal hingga Jokowi bisa memenangkan pertarungan dengan Prabowo Subianto. Dinamika sudah muncul belakangan. Baik lewat pernyataan, gestur dan lain sebagainya,” ucap Wempy.

Menurut Wempy, kabinet yang hanya diisi kader koalisi, melahirkan keseimbangan di parlemen. Kerja-kerja pemerintah tentu diawasi secara ketat. Sayangnya, lanjut Wempy, mayoritas oposisi justru berharap masuk kekuasaan.

“Sudah ada yang lakukan lobi-lobi politik. Mungkin hanya PKS yang tidak. Di luar itu seperti Partai Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat sudah lakukan komunikasi. Artinya ada peluang mayoritas partai mendukung pemerintah. Di satu sisi menguntungkan, di sisi lain bisa jadi beban buat Jokowi,” ucap Wempy. 



Sumber : Suara Pembaruan