Ahok Bersyukur Pembobolan ATM di Balai Kota DKI Gagal


...

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersyukur upaya kehjahatan berupa pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI di Balai Kota DKI pada Senin (13/5) kemarin, gagal.

"Kalau orang Indonesia-kan yang penting selalu bersyukur. Untung uangnya belum sempat diambil," kata Ahok sambil tertawa usai menjadi Keynote Speaker IBM Expo di ruangan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurutnya, upaya kejahatan tersebut terjadi lantaran matinya CCTV di sekitar ATM Bank DKI tersebut, yakni di ruangan Humas DKI.

"CCTVnya sama sekalit tidak berfungsi, alias mati," katanya.

"Ini persoalan teknologi. Kami akan upayakan untukm mengaktifkan kembali CCTV di kawasan Balai Kota untuk mencegah tindakan kriminal," sambungnya.

Langkah pertama, ungkap Ahok, yakni meminta IBM untuk membuat sistem teknologi di kawasan Balai Kota. "Kami juga akan meminta perusahaan-perusahaan fiber optik untuk membentuk konsorsium," terangnya.

Konsorsium itu akan membangun ducting (saluran khusus kabel fiber optic) atau memasang microcell untuk jaringan telepon. Bagi perusahaan yang akan memasang kabel fiber optic atau microcell diwajibkan untuk menyumbangkan CCTV.

"Sehingga nanti di tiap jalan raya, tiap ATM diberi CCTV. Tapi kami mau CCTV yang tahan tembakan senjata api, sehingga tidak pecah saat ditembak. Karena ini keamanan. Saat ini sudah ada beberapa CCTV tersebut yang disumbang dan dipasang," ujarnya.

Upaya kejahatan berupa pembobolan mesin ATM Bank DKI terjadi, Senin (13/5) pukul 15.09 WIB. Aksi kejahatan itu dilakukan di dalam komplek Balai kota DKI Jakarta, yang menjadi tanggungjawab petugas pengamanan dalam (Pamdal) Balai kota DKI.

Kondisi mesin ATM Bank DKI yang terletak di Blok F Gedung Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta mengalami kerusakan. Pintu ATM yang terbuat dari besi pun terlihat penyok.

Dilihat dari kerusakan mesin ATM, sepertinya pelaku merusak pintu ATM dengan menggunakan linggis atau benda keras lainnya. Tak ada pengamanan di sekitar ATM Bank DKI, termasuk CCTV. Padahal di tempat kejadian terdapat dua unit mesin ATM Bank DKI.