ck Pemberontak Suriah Segera Bebaskan 21 Pasukan PBB

Pemberontak Suriah Segera Bebaskan 21 Pasukan PBB


...

Ilustrasi konvoi mobil pasukan perdamaian PBB di Suriah.

Manila – PBB tengah melakukan negosiasi dengan para pemberontak Suriah yang menahan 21 pasukan perdamaian tak bersenjata asal Filipina di Dataran Tinggi Golan, yang semakin menjadi wilayah penuh konflik karena terjepit oleh tentara Suriah dan Israel.

Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Raul Hernandez, di Manila, Kamis (7/3).

Hernandez menegaskan pasukan penjaga perdamaian itu ditahan sejak Rabu namun mereka tidak disakiti dan malah diperlakukan sebagai “pengunjung dan tamu."

Menurut Hernandez, komandan pasukan PBB di wilayah itu sedang bernegosiasi dengan pemimpin kelompok pemberontak, yang sebelumnya menuntut pasukan pemerintah Suriah yang ditempatkan di sana untuk pergi. Negosiasi itu belum menetapkan batas waktu.

Presiden Filipina Benigno Aquino III mengatakan bahwa menurut informasi yang diterimanya dari komandan PBB di sana, para sandera akan dibebaskan dalam 24 jam ke depan, dan negosiasi berjalan lancar. Dewan Keamanan PBB sebelumnya meminta pembebasan secepatnya dan tanpa syarat.

Pasukan PBB di Golan, atau UNDOF, sudah terbentuk sejak 1973 usai perang Yom Kippur antara Israel dan beberapa negara di Timur Tengah. Unit ini bertugas mengawasi gencatan senjata di kawasan tersebut.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1967, dan Suriah menuntut wilayah itu dikembalikan sebagai syarat gencatan senjata.

Para pemberontak menangkap 21 pasukan penjaga perdamaian, termasuk tiga berpangkat perwira, Rabu kemarin dengan menghadang konvoi kendaraan mereka, kata juru bicara militer Filipina Col. Arnulfo Marcelo Burgos.

Menurut Burgos, mereka dihentikan di pos penjagaan pertama oleh pemberontak.

"Setelah serangkaian diskusi, mereka diperbolehkan pergi dan meneruskan perjalanan ke tujuan semula. Di pos kedua, mereka kembali dicegat dan tidak dilepas."

Burgos menambahkan kunci kendaraan para pasukan itu diambil dan mereka dibawa ke tempat rahasia.

"Mereka tidak bersenjata karena sedang mengantar logistik saja, bukan berpatroli," tambahnya. Filipina memiliki kontingen sebanyak 300 orang di wilayah itu.

Sebuah vidoe yang diunggah oleh para aktivis menunjukkan sekelompok pemberontak bersenjata berdiri mengelilingi mobil-mobil PBB warna putih bertuliskan UNDOF.

Para pemberontak menguasai sebagain wilayah di Golan lewat pertempuran sengit beberapa hari lalu yang menewaskan 11 pemberontak dan 19 tentara pemerintah.

Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Abu Qaed al-Faleh, juru bicara kelompok Brigade Jihad Yarmouk, mengatakan mereka akan menahan pasukan PBB itu sampai pasukan Presiden Suriah Bashar Assad hengkang dari area Jamlah yang berbatasan dengan Israel di Golan.

Sumber : The Associated Press